Awalnya kami menyebut kegiatan ini sebagai “doa semalam suntuk” karena beberapa gereja juga menggunakan istilah tersebut, yang dimaknai sebagai doa sepanjang malam. Namun kemudian, kami memilih untuk menggunakan istilah “doa semalaman”. Karena yang terpenting sebetulnya bukan seberapa lama kami berdoa tapi untuk apa dan kepada siapa kami berdoa. Karena Yesus pun mengajar kita untuk tidak bertele-tele dalam berdoa dan kamipun sadar bahwa tidak semua dari kami mampu berdoa panjang dengan penuh konsentrasi terlebih di sepertiga malam. Kegiatan ini kami akhirnya kurang lebih sekitar pukul 3 dini hari.

